10.55

KEPEMIMPINAN | WIRAUSAHA




POKOK BAHASAN 2
KEPEMIMPINAN DALAM WIRAUSAHA

                                     
1.     TUJUAN  UMUM.
Diharapkan Mahasiswa mampu menjelaskan konsep Kepemimpinan dalam Wirausaha serta penerapannya dalam dunia empiris.
2.     TUJUAN KHUSUS.
     a.  Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan memberi contoh sikap kepemimpinan yang positif.
     b.  Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan factor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain.
     c.  Mahasiswa dapat merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan.
3.     KATA KUNCI  :   Entrepreneurship,  Leadership.
4.     RANGKUMAN.
                 Kepemimpinan (Leadership) mempunyai arti yang luas, sehingga dalam proses penetapan definisi kepemimpinan didasarkan pada bagian-bagian alur piker para teoritukus.  Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak Pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi. Ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan kepemimpinan yaitu :
1.     Seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh SDM lainnya dalam organisasi.
2.     Kepengikutan sebagai elemen penting menjalankan kepemimpinan.
3.     Kemampuan mengubah “Egosentrisme para bawahan menjadi “organisasi-organisasi”.

5.     URAIAN PEMBELAJARAN.
     A.  Pendahuluan.
     Dalam kehidupan sehari-hari sering menyaksikan berbagai aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia.
     Kewirausahaan dan kepemimpinan melekat pada diri manusia yang merupakan khalifah yang diutus oleh Yang Maha Kuasa untuk menjalankan Misi (Amanah) yaitu jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pokok bahasan ini akan diuraikan sikap kepemimpinan yang posotif; factor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain; dan merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan.
A.   Definisi Kepemimpinan.
     Kepemimpinan adalah kemampuan menyakinkan orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan semangat Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok kea rah tercapainya tujuan (Robbins 1996).
     Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan yang nyata yang mencerminkan tujuan besarnya (J.C. Rost., 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Richard L. Daft, (1999) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk difahami.
Akan tetapi perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan obyektif.
     Kepemimpinan merupakan proses untuk mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja secara antusias dalam pencapaian tujuan. Kepemimpinan yang berhasil bergantung pada perilaku, ketrampilan, tindakan yang tepat, bukan pada diri pribadi. Berdasarkan definisi Kepemimpinan di atas ada 3 variabel utama yang tercakup di dalam kepemimpinan yaitu :
1.     Kepemimpinan yang melibatkan orang lain. Seorang Wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau mau bekerjasama untuk memajukan perusahaannya.
2.     Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para Wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada bawahannya dan diangkat menjadi pemimpin pada bagian tertentu.
3.     Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi harus mampu mempengaruhi karyawannya untuk berperilaku dan bertindak untuk memajukan perusahaan.
Mengacu pada definisi kepemimpinan di atas, maka seorang pemimpin diharapkan mempunyai ketrampilan yaitu :
1.     Ketrampilan Teknis; mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan.
2.     Ketrampilan Manusiawi ; kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim.
3.     Ketrampilan Konseptual ; kemampuan untuk berfikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas.

B.   Sikap Kepemimpinan Wirausaha.
     Peranan Pemimpinan amat penting dalam mencapai tugas organisasi, namun demikian eksistensi bawahan tidak bias diabaikan begitu saja.
Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantung pada kemampuan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan dalam mengajak dan menyakinkan mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat. Pemimpin adalah mempunyai pengertian menggerakkan organisasi lain agar organisasi-organisasi tersebut dengan penuh semangat dan bergairah dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
     Seorang pemimpin adalah motor penggerak dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan kemampuannya seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan menyelaraskan tujuan organisasi ke dalam program-programnya. Pendapat Fred Luthans, orang yang satu berbeda dengan yang lainnya selain terletak pada kemampuannya untuk bekerja juga tergantung pada keinginan mereka yang bekerja atau tergantung motivasinya.
     Kepemimpinan yang efektif hanya akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi social dalam kehidupan organisasi / kelompok masing-masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap kepemimpinan berada di dalam stuasi social kelompok atau organisasinya. Oleh karena itu situasi social itu selalu berubah dan berkembang, maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak / berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apabila berbeda dilingkungan suatu organisasi oleh seorang pimpinan. Sehingga satu cara bertindak yang efektif dari seorang pimpinan tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pimpinan lain. Pada prinsipnya sikap kempimpinan dalam wirausaha dapat dibedakan sebagai berikut :
1.       Kepemimpinan positif ; menekankan imbalan-ekonomik, pendidikan pegawai yang lebih baik, dituntut mandiri dan faktor lain yang membuat motivasi tinggi
2.       Kepemimpinan negatif ; penekanan pada hukuman, kerugian manusiawi, pemimpin  mendominasi dan merasa unggul
Kemudian Ordway Tead mengemukakan ada 10 sikap kepemimpinan dalam wira usaha yaitu :
1.       Energi Jasmani dan Mental
2.       Kesadaran akan Tujuan dan Arah
3.       Antusiasme
4.       Keramahan dan Kecintaan
5.       Integritas
6.       Penguasaan Teknis
7.       Ketergegasan Dalam Mengambil Keputusan
8.       Kecerdasan
9.       Keterampilan Mengajar
10.  Kepercayaan
          Fiedler, (1976) perilaku kepemimpinan secara umum diartikan sebagai tindakan-tindakan khusus dimana seorang pemimpin para anggota kelompok supaya mereka melakukan serta mengkoordinasikan pekerjaan di dalam kelompok mereka. Dalam hal ini meliputi : menjalin hubungan-hubungan kerja, memberi pujian atau hiburan terhadap anggota kelompok atau bawahannya atau menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan.

D.  Memimpin Orang Lain
        Proses mempengaruhi orang lain, seorang pemimpin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan yang dimilikinya. French dan Raven dalam Gibson dkk (1995) mendefinisikan bentuk kekuasaan yaitu reward power (kekuasaan ganjaran), coercive power (kekuatan paksaan), legitimate power  (kekuasaan legitimasi),  expert power  (kekuasaan keahlian) dan refernt power (kekuasaan referent).
        Kekuasaan ganjaran maksudnya kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menyediakan ganjaran/hadiah bagi orang lain. Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menghukum atau memberi sangsi kepada orang lain dan kekuasaan legitimasi yaitu, kekuasaan karena jabatan atau hierarki dalam organisasi. Sedangkan kekuasaan keahlian adalah kekuasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain (bawahan), serta kekuasan referent adalah seseorang karena kepribadian ata kharisma yang dimilikinya.
        Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpin. Jadi keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi adalah penting, karena fungsi pemimpin sebagai motor penggerak dalam proses-proses organisasi, sebagai perumus kegiatan agar proses-proses dalam organisasi berjalan dan terlaksana. Pemimpin disebut juga kader, dalam kata tersebut terkandung beberapa pengertian yang saling berhubungan erat, yakni : bergerak lebih awal, berjalan didepan, mengambil langkah pertama, mempelopori, mengarahkan pikiran, membimbing, menuntun dan menggerakkan organisasi lain melalui pengaruhnya. Dalam kehidupan berorganisasi tidaklah bisa dihindari dua peran, si satu pihak sebagai pemimpin di lain pihak sebagai bawahan.
        Davis (1972) mengemukakan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang-orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat. Peranan perilaku pemimpin yang mendorong menyatukan pengikut/bawahan ke arah tujuan-tujuan tertentu dalam lingkungan tertentu. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Robbins, (1996), bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan.
        Pendapat yang dikemukakan oleh Kastz dan Rosesenzwig, Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan bersemangat. Ini adalah suatu faktor manusiawi yang mengikat kelompok secara bersama-sama dan memberikan dorongan (motivasi untuk mencapai tujuan). Kepemimpinan tercipta karena adanya dinamika antar pribadi dan kelompok yang meliputi :
Ø Proses interaksi orang-orang secara langsung dalam kelompok
Ø Memiliki kandungan yang berbeda dari anggotanya
Ø Rapat adalah bentuk aktivitas kelompok dan digunakan untuk mendukung suatu keputusan.
        Keberhasilan kepemimpinan seseorang tidak lepas dari peranan pimpinan secara langsung. Hal ini disebabkan selain sistem atau manajemen yang mendukung keberhasilan kepemimpinan tetapi faktor sifat-sifat pribadi seorang pemimpin juga menentukan keberhasilan kepemimpinan. Keberhasilan seorang pemimpin  pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya. Apabila produktivitas naik dan semua tugas dapat dilaksanakan dengan efektif maka dapat disebut sebagai pemimpin yang berhasil.



E.  Strategi Meningkatkan Moral Kerja Karyawan
        Teori kepemimpinan adalah generalisasi satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep   kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab musabab timbulnya kepemimpinannya, persyaratan menjadi pemimpin, sifat-sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya, serta etika profesi kepemimpinan. Jadi teori kepemimpinan ada dua pengertian yaitu pemimpin dan kepemimpina itu sendiri.
        Pemimpin adalah orang yang memimpin umumnya pada kelompok yang lebih dari dua orang (organisasi) dan kepemimpinan yang diartikan sebagai kemampuan dan aktivitas seseorang dalam mengendalikan, memimpin, mempengaruhi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk suatu tujuan bersama. Untuk pencapaian tujuan bersama tersebut maka seorang pemimpin harus merumuskan strategi untuk dapat meningkatkan moral kerja karyawan dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan organisasi atau bisnis.
Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok, sarana membina nilai-nilai manusiawi tertentu serta menghendaki adanya upaya jangka panjang para pemimpin organisasi. Pada prinsipnya tiga gagasan penting dalam partisipasi karyawan yaitu :
Ø  Keterlibatan mental; partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional
Ø  Motivasi; memotivasi orang untuk memberika kontribusi, kesempatan untuk menyalurkan inisiatif dan kreatifitas guna mencapai tujuan organisasi (teori y).
Ø  Menerima tanggung jawab; partisipasi mendorong orang untuk menerima tanggung jawab.

POKOK BAHASAN 3

Comments (0)

Poskan Komentar